KADINKES SUMENEP DIKECAM: Kasus Perawat Puskesmas Dasuk Edarkan Sabu Bukti Pengawasan Dinkes Jebol

Trending

SUMENEP – Penangkapan perawat aktif Puskesmas Dasuk berinisial MT (38), tenaga P3K paruh waktu, oleh Satresnarkoba Polresta Sumenep atas dugaan peredaran narkotika jenis sabu, Kamis (29/10/2026), berbuntut panjang. Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep kini menjadi sasaran kecaman publik karena dinilai lemah dalam pengawasan.
MT diamankan pukul 14.30 WIB di Jalan Raya Sergang, Dasuk Timur. Dari pengakuannya, barang haram itu didapat dari MS (32), seorang wiraswasta yang kemudian ikut diringkus di Perum Fasa Residence, Pamolokan, pukul 19.30 WIB.
Pengamat Kebijakan Publik Sumenep, Ali Hasan, menilai kasus ini sangat memalukan dan tidak bisa dianggap sekadar ulah oknum.
“Ini tamparan keras bagi Kepala Dinas Kesehatan Sumenep. Bagaimana bisa seorang perawat yang setiap hari melayani pasien, yang digaji negara untuk menyehatkan masyarakat, justru menjadi pengedar sabu? Ini bukti pengawasan internal Dinkes mati total,” tegas Ali Hasan saat dimintai keterangan, Jumat (30/10).
Menurut Ali Hasan, Dinkes selama ini hanya sibuk dengan urusan absensi dan seremonial, tapi abai terhadap pembinaan integritas dan kontrol perilaku tenaga kesehatan di lapangan.
“Jangan berlindung di balik kata oknum. Kalau sistem pengawasannya kuat, ada tes urine berkala, ada pembinaan mental, ada sidak, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Ini kelalaian struktural. Kepala Dinkes harus bertanggung jawab,” lanjutnya.
Ali Hasan mendesak tiga langkah konkret dari Kepala Dinkes:
1. Kepala Dinkes Harus Minta Maaf Terbuka ke Publik atas bobolnya pengawasan yang merusak citra dunia kesehatan Sumenep.
2. Tes Narkoba Massal dan Mendadak di seluruh Puskesmas dan Pustu se-Kabupaten Sumenep tanpa pemberitahuan.
3. Audit dan Evaluasi Total Tenaga P3K Paruh Waktu, termasuk penerapan sanksi pemecatan tidak hormat yang transparan, bukan ditutup-tutupi.
“Kalau Dinkes diam, masyarakat akan kehilangan kepercayaan ke Puskesmas. Siapa yang mau berobat kalau perawatnya sendiri pengedar narkoba? Kadinkes jangan tidur,” pungkas Ali Hasan.






