Bupati Sumenep Achmad Fauzi Tegaskan Pentingnya Nasionalisme di Doa Sang Proklamator 2026

Regional :

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar acara “Doa Sang Proklamator” tahun 2026 sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pendopo Agung Keraton Sumenep dan dihadiri ribuan warga, tokoh agama, ASN, serta pelajar.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya menegaskan bahwa nasionalisme harus menjadi ruh dalam setiap langkah pembangunan daerah.

“Nasionalisme bukan hanya slogan yang kita ucapkan setiap 17 Agustus. Tapi tindakan nyata dalam kerja, pelayanan, dan menjaga persatuan. Lewat Doa Sang Proklamator ini kita diajak meneladani semangat Soekarno-Hatta yang rela berkorban demi Indonesia,” tegas Bupati Fauzi, Rabu 8 April 2026.

Bupati Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk mewarisi semangat para proklamator dengan memperkuat rasa cinta tanah air. Menurutnya, tantangan zaman sekarang berbeda, namun nilai gotong royong, disiplin, dan integritas tetap relevan.

“Kita tidak lagi berjuang angkat senjata, tapi berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan. ASN harus melayani tanpa diskriminasi. Pelajar harus rajin belajar. Pengusaha harus jujur. Itu bentuk nasionalisme hari ini,” ujarnya.

“Para pendiri bangsa telah mewariskan kemerdekaan kepada kita. Tugas generasi hari ini adalah menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan memastikan cita-cita besar Indonesia terus berjalan menuju kemajuan,” tegasnya Dr. H. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H.

Lebih lanjut, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sumenep itu mengungkapkan bahwa pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep dilaksanakan melalui sinergi berbagai elemen masyarakat tanpa menggunakan anggaran dari APBD.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa merawat nasionalisme bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan Sumenep yang maju, religius, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Doa Sang Proklamator menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep karena tidak hanya mengedepankan nilai religius, tetapi juga menguatkan semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap nilai-nilai perjuangan para proklamator dapat terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi inspirasi dalam membangun daerah serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional

Acara Doa Sang Proklamator 2026 diisi pembacaan doa lintas agama, pembacaan naskah Proklamasi, dan renungan kebangsaan. Bupati Fauzi berharap kegiatan rutin ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa Indonesia kuat karena keberagaman yang dijaga bersama.

“Kalau Sumenep kuat, Madura kuat. Kalau Madura kuat, Jawa Timur kuat. Dan kalau Jawa Timur kuat, Indonesia pasti jaya,” pungkasnya menutup sambutan.

Yuk Share

Berita Lainnya