Ketua DPRD Sumenep Minta Kebijakan Pemkab Berorientasi pada Kepentingan Rakyat

Trending

SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus mengawal pengembangan hilirisasi komoditas garam sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan terhadap Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam peninjauan pengembangan produk olahan garam di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi pengembangan garam dari sekadar komoditas bahan baku menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Bappeda Sumenep berperan dalam memastikan agenda pengembangan hilirisasi garam dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar potensi garam tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan melalui pengolahan, inovasi produk, hingga penguatan akses pasar.
Dalam peninjauan tersebut, berbagai aspek pengembangan komoditas garam menjadi perhatian, mulai dari proses produksi, pengolahan, kualitas produk, teknologi yang digunakan, hingga peluang pengembangan produk turunan.
Bappeda Sumenep menilai hilirisasi merupakan salah satu strategi untuk memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya petambak garam. Dengan adanya pengolahan lebih lanjut, produk garam diharapkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.
“Pengembangan hilirisasi garam harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas, mengembangkan produk turunan, memperkuat kelembagaan, serta memastikan produk memiliki akses pasar,” ujar Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto
Menurutnya, keterlibatan Bappenas menjadi bagian penting dalam melihat potensi dan kebutuhan pengembangan garam dari perspektif pembangunan nasional dan daerah. Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan serta program pengembangan komoditas garam ke depan.
Sumenep sendiri memiliki potensi besar dalam sektor garam. Karena itu, penguatan hilirisasi dinilai perlu terus didorong agar potensi tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain meningkatkan nilai tambah, pengembangan produk garam bernilai juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pengolahan di daerah. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal.
Bappeda Sumenep menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, perangkat daerah, pelaku usaha, petambak, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pengembangan hilirisasi garam.
“Harapannya, sinergi ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengembangkan garam Sumenep menjadi produk yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.












