KADES SABU, KAU JUAL APA? JUAL DESA ATAU JUAL AKHIRATMU SENDIRI?

Oleh: Ali Hasan – Tokoh Masyarakat Sumenep

Saya tidak bisa diam. Saya harus menulis ini dengan hati yang panas.

Seorang Kepala Desa, yang seharusnya jadi imam sosial di desanya, malah jadi pengedar sabu-sabu. Ini bukan lagi salah, ini khianat. Khianat kepada sumpah jabatan, khianat kepada warga yang memilihmu, khianat kepada Allah.

Untuk oknum Kepala Desa yang sekarang diringkus polisi karena sabu-sabu itu, saya mau tanya langsung:

Kau jual apa?

Kau jual sabu kepada pemuda desamu sendiri? Pemuda yang seharusnya kau sekolahkan, kau beri pekerjaan lewat Kopdes, kau arahkan ke masjid. Malah kau racuni otaknya dengan sabu? Apa kau tidak lihat di Sumenep ini berapa banyak ibu yang menangis karena anaknya jadi gila karena narkoba?

Kau dipilih dengan kopiah di kepala, dengan Al-Quran di atas kepalamu saat dilantik. Kau lupa? Jabatan Kades itu bukan bisnis. Itu amanah. Di Madura ini, jabatan itu tanggung jawab dunia akhirat.

Sekarang kau pakai seragam kebesaran Kades untuk jadi kurir barang haram? Kau jadikan Balai Desa yang dibangun dari uang rakyat jadi gudang sabu? Sungguh hina.

Saya katakan dengan tajam: Kau bukan lagi pemimpin. Kau adalah musuh desamu sendiri.

Tapi tulisan ini bukan hanya untuk memaki. Ini adalah panggilan untuk BERTAUBAT.

Mumpung borgol sudah di tanganmu, mumpung sel penjara sudah di depanmu, gunakan waktu itu untuk merenung.

Renungkan:
1. Wajah ibumu saat tahu anaknya Kades pengedar sabu. 2. Wajah istrimu yang harus menanggung malu se-kecamatan. 3. Wajah anak-anak desa yang masa depannya kau rusak.
Sabu yang kau edarkan tidak akan membuatmu kaya. Yang ada, kau miskin seumur hidup. Miskin harta karena harta haram akan habis, miskin harga diri karena se-Sumenep akan mengingatmu sebagai Kades Sabu.

Kepada Polres Sumenep, saya beri hormat. Jangan kasih kendor. Proses hukum seberat-beratnya. Agar jadi pelajaran bagi 330 Kades lainnya di Sumenep: Jika Kades lain berani main sabu, nasibmu akan sama.

Dan kepada semua warga, ini refleksi untuk kita semua. Jangan pilih pemimpin karena uangnya. Pilih karena akhlaknya. Jika calon Kades sudah terlihat suka mabuk, suka main perempuan, dekat dengan barang haram, jangan pernah kasih suara.

Untuk oknum itu, bertaubatlah. Masih ada waktu. Minta ampun pada Allah, minta maaf pada wargamu. Karena penjara manusia bisa selesai, tapi penjara akhirat karena merusak generasi jauh lebih pedih.

AHAS
Warga Sumenep yang Muak Melihat Desa Dirusak Pengedar Berseragam Kades

Yuk Share

Berita Lainnya