
Trending

SUMENEP — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep terus mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Bluto agar menjadi kekuatan strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Penguatan peran ormas tersebut diarahkan dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal Madura, yakni Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato. Nilai tersebut dinilai relevan sebagai landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta tetap menjaga persatuan.
Bakesbangpol Sumenep memandang ormas memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain menjadi wadah partisipasi warga, ormas juga dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.
Karena itu, penguatan kapasitas ormas di Bluto tidak hanya diarahkan pada aspek kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menjaga kondusivitas lingkungan. Ormas diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mencegah potensi konflik sosial, menangkal provokasi, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.
Nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato menjadi salah satu pendekatan yang penting karena memiliki akar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Madura. Penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemimpin dapat menjadi fondasi etika dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan ormas diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata. Ormas didorong hadir sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu merawat toleransi, memperkuat gotong royong, dan ikut menciptakan suasana sosial yang aman serta harmonis.
Bakesbangpol Sumenep juga menekankan pentingnya sinergi antarelemen masyarakat. Perbedaan latar belakang, pilihan, maupun kepentingan harus dikelola melalui dialog dan musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi gesekan sosial.
Penguatan ormas di Bluto pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan lingkungan masyarakat yang semakin solid. Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai pijakan, organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung terciptanya pembangunan daerah yang kondusif.
Bakesbangpol Sumenep berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan pembinaan bersama ormas agar peran mereka semakin positif, konstruktif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga, nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam merawat harmoni sosial di Kabupaten Sumenep.
sekretaris Bakesbangpol Sumenep Edy Suprayitno menegaskan bahwa menjaga harmoni sosial tidak cukup hanya dengan mencegah konflik antarmasyarakat. Melindungi generasi muda dari narkotika juga merupakan bagian dari menjaga masa depan masyarakat.
“Peran ormas harus diperkuat. Mereka memiliki jaringan sosial yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, ormas dapat menjadi kekuatan penting untuk menjaga harmoni, memberikan edukasi, menangkal paham dan perilaku yang merusak, termasuk penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato harus mampu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Penghormatan kepada orang tua, guru dan pemimpin tidak hanya menjadi nilai budaya, tetapi juga menjadi modal sosial untuk menciptakan masyarakat yang saling menghargai.
“Kita ingin nilai lokal tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman. Ketika masyarakat memiliki pegangan nilai yang kuat, maka potensi konflik, perpecahan maupun ancaman terhadap generasi muda dapat ditekan bersama,” katanya.
Dalam momentum pesta demokrasi, Bakesbangpol juga mengajak seluruh elemen ormas menjaga suasana tetap kondusif. Pilihan politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan dan kehidupan sosial harus tetap terjaga.
Sebab, bagi masyarakat Madura, perbedaan pilihan tidak semestinya menghapus hubungan Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato yang selama ini menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial.
Dari Bluto, pesan itu kembali ditegaskan: demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi harmoni sosial tidak boleh kehilangan arah.
“Ditengah perubahan zaman, ormas diharapkan menjadi salah satu kekuatan yang menjaga agar nilai-nilai lokal tetap hidup sekaligus mampu melindungi masyarakat dari ancaman baru, termasuk narkotika,” tandasnya






