DPRD Sumenep Ingatkan Pengelola MBG, Agar Tetap Menjaga Kualitas Gizi

Trending
SUMENEP,terasindo.co.id – Upaya Pemuda Demokrasi untuk berdiskusi mengenai program desa dan realisasi anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep berakhir dengan kekecewaan mendalam,kedatangan mereka di Kantor DPMD Sumenep Senin, 22 Desember 2025, pukul 09.00 WIB
Ketidakjelasan dari kepala dinas PMD sontak mengejutkan Pemuda Demokrasi. Pasalnya, surat permohonan audiensi telah diajukan sebelumnya dan secara jelas mencantumkan tanggal dan hari audiensi
Namun, hingga hari H, tidak ada konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya dari pihak DPMD mengenai pembatalan atau ketidakhadiran.
Koordinator Pemuda Demokrasi asrof tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas tidak adanya respons dari DPMD.
“Surat pemberitahuan sudah sebelumnya kami layangkan, namun tidak ada respons positif dari DPMD,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia pun mempertanyakan kualitas pelayanan publik di Sumenep jika sekelas mahasiswa saja tidak mendapatkan respons yang layak
“Jika kami para audiens tidak mendapat pelayanan dengan baik, lalu bagaimana dengan warga Sumenep!” tegas asrof
Audiensi ini sejatinya memiliki agenda krusial, yakni membahas isu-isu penting terkait ADD dan DD di kabupaten sumenep yang cenderung memperkaya diri dan keluarganya “salah satunya yang akan kita sampaikan soal pertanggung jawaban BUMdes yang mengelola 20% dari dana desa, begitu juga dengan program lainnya” ujar Asrof
Insiden ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen pemerintah daerah dalam melibatkan elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam proses pembangunan daerah.