Perawat Dasuk Ditangkap Sabu, Kadinkes Ellya Didesak Minta Maaf

SUMENEP – Tokoh Masyarakat Sumenep, Ali Hasan, mendesak Kepala Dinas Kesehatan drg. Ellya Fardasah, M.Kes. untuk minta maaf terbuka atas kasus penangkapan perawat Puskesmas Dasuk karena sabu.

Perawat berinisial MT (38), status P3K paruh waktu di Puskesmas Dasuk, dibekuk Satresnarkoba Polresta Sumenep pada Kamis (29/10) dengan barang bukti total 3,50 gram sabu.

“Ini bukan sekadar ulah oknum. Ini kegagalan pengawasan Dinkes. Bu Ellya harus tanggung jawab moral dan minta maaf terbuka kepada masyarakat, khususnya warga Dasuk,” tegas Ali Hasan, Sabtu (31/10).

Menurut Ali Hasan, jika Kadinkes diam, kepercayaan publik terhadap layanan Puskesmas akan runtuh.

Bukti Kelalaian Dinkes:

1. Rekrutmen Jebol: MT adalah perawat aktif berstatus P3K saat ditangkap. Artinya, screening narkoba saat rekrutmen dan pembinaan berkala gagal.

2. Pengawasan Kosong: MT membawa sabu di tas selempang pada jam kerja dan ditangkap di Jalan Raya Sergang Dasuk Timur. Tidak ada pengawasan melekat dari Kepala Puskesmas.

3. Pola Berulang: Sebelumnya, 22 Oktober lalu, dua karyawan dapur MBG di Lenteng Timur juga ditangkap nyabu di area dapur saat jam kerja. Tidak ada tindakan pencegahan dan tes urine massal dari Dinkes setelah kasus pertama.

Hingga kini, drg. Ellya Fardasah belum memberikan pernyataan resmi.

Yuk Share

Berita Lainnya