Kami Dukung Penuh DKPP Sumenep! Petani Jagung Butuh Kepedulian Lebih Agar Makmur

Trending

SUMENEP – Dukungan mengalir untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep agar semakin memaksimalkan peran dan kepeduliannya kepada petani jagung. Dukungan ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari mantan aktivis, tokoh pemuda hingga petani jagung di sejumlah kecamatan sentra.
Masyarakat menilai DKPP Sumenep di bawah kepemimpinan Chainur Rasyid sejauh ini sudah menunjukkan itikad baik, seperti peluncuran aplikasi PETA-NI untuk pelaporan infrastruktur pertanian dan pendampingan petani milenial. Namun, potensi jagung Sumenep yang sangat besar dinilai butuh perhatian yang lebih ekstra.
“Sumenep ini lumbung jagungnya Madura. Kami sangat mendukung DKPP. Kami ingin DKPP lebih peduli lagi, lebih sering turun ke bawah, agar petani jagung benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujar salah seorang mantan aktivis PMII Sumenep, Rabu (28/9).
Menurutnya, bentuk dukungan kepada DKPP harus diwujudkan dengan program yang menyentuh langsung 3 kebutuhan utama petani jagung: pupuk tepat waktu, harga yang stabil, dan penyuluh yang aktif.
Petani Jagung Titip Harapan
Sudi (45), petani jagung asal Rubaru, mengaku sangat berterima kasih jika DKPP bisa lebih fokus pada jagung. Ia berharap DKPP terus memperjuangkan nasib petani.
“Kami dukung DKPP. Kalau DKPP peduli, kami semangat nanam. Yang kami butuh cuma pupuk jangan telat, harga jangan anjlok pas panen, dan penyuluh sering ke sawah. Itu saja,” katanya polos.
Senada, warga Pragaan juga berharap DKPP Sumenep bisa menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait kuota pupuk bersubsidi dan stabilisasi harga melalui BUMD.
5 Bentuk Kepedulian yang Dinanti Petani:
Warga merangkum bentuk dukungan nyata yang diharapkan dari DKPP Sumenep agar petani jagung makin sejahtera:
1. Kawal Pupuk Hingga ke Galengan: Memastikan pupuk bersubsidi untuk jagung datang H-7 sebelum masa tanam.
2. Perjuangkan Harga: Dorong skema pembelian jagung oleh BUMD/Bulog saat panen raya agar harga tidak jatuh di bawah Rp 5.000.
3. Penyuluh Hadir di Lahan: Optimalkan PPL untuk sosialisasi benih unggul tahan kering dan penanganan hama ulat grayak.
4. Bantuan Pasca Panen: Mesin pipil jagung dan mesin pengering (dryer) agar kualitas jagung tetap bagus.
5. Data Akurat Penerima Bantuan: Agar bantuan benih dan pupuk benar-benar sampai ke petani penggarap asli.
“Kami percaya DKPP Sumenep mampu. Petani jagung hanya butuh sedikit lagi kepedulian ekstra. Jika DKPP lebih peduli, maka swasembada pangan di Sumenep bukan hanya slogan, tapi kenyataan,” tutup tokoh pemuda tersebut.
Hingga kini, masyarakat Sumenep menyatakan siap bersinergi dan mendukung penuh setiap program DKPP Sumenep yang berpihak kepada petani jagung.