Kepala Dinsos P3A Sumenep Bantah Serapan Nol, Klaim DBHCHT Sudah 100% Terserap di Juli

SUMENEP, TERASINDO.CO.ID – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Rahman Ready, membantah pemberitaan yang menyebut realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di instansinya masih nol persen.

Rahman menegaskan, data yang yang ramai diperbincangkan terkait serapan nol itu merupakan laporan realisasi semester 1, periode Januari sampai Juni 2026.

“Itu laporan realisasi semester 1, Januari sd Juni, kita sudah dicairkan DBHCHT yang secara langsung diserahkan oleh Bapak Bupati di bulan Juli, jadi masuk realisasi semester 2,” jelas Rahman Ready saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (29/07/2025).

Ia menyebut, bahkan pihaknya mencairkan lebih cepat dari ketentuan yang ada di dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Coba baca Perbubnya harusnya Agustus tapi kita mencairkan lebih awal di bulan Juli,” tegasnya.

Sebelumnya, data rekapitulasi pelaksanaan DBHCHT hingga akhir Triwulan II 2026 yang dipaparkan Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyebut Dinsos P3A termasuk dari empat OPD dengan realisasi nol persen dari alokasi Rp2,5 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Rahman meminta agar regulasi pencairan dilihat secara utuh.

“Mungkin kalau realisasi semester 1, bisa diterima tapi dilihat dulu regulasinya kapan harus dicairkan karena tidak semua DBHCHT dilaksanakan di Semester 1,” ujarnya.

“Perbub mengamanatkan dicairkan Agustus karena terkait Musim Tanam Tembakau, jadi jelas tidak bisa dicairkan di bulan Mei, Juni,” tambahnya.

Saat ditanya berapa nominal dan persentase yang sudah terserap, Rahman menjawab tegas.

“Sudah 100 %,” jawabnya singkat.

Ia juga menyilahkan masyarakat untuk melakukan crosscheck ke bagian Perekonomian Setkab Sumenep serta pemberitaan di media online saat launching penyerahan bantuan oleh Bupati Sumenep.

“Bisa dicek di media online. Mungkin bisa dicek ke Kabag Perekonomian terkait realisasinya,” katanya sambil mengirimkan foto launching penyaluran BLT DBHCHT oleh Bupati.

Rahman juga menyampaikan keberatannya jika Dinsos P3A disebut tidak pro rakyat kecil.

“Tapi kalau dikatakan Dinsos P3A tidak Pro Rakyat kecil kita keberatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, DBHCHT Dinsos P3A Sumenep difokuskan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada ribuan buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Sumenep.

Yuk Share

Berita Lainnya