Petani Rubaru Sumenep Menjerit, Masuk Desil 6-10 Padahal Hidup Pas-pasan


SUMENEP, MADURA – Sejumlah petani berpenghasilan rendah di desa Karangnangka di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, mengeluhkan status sosial ekonomi mereka yang masuk dalam kategori Desil 6-10 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Padahal, secara ekonomi mereka masih tergolong warga tidak mampu yang menggantungkan hidup dari hasil bertani tadah hujan dan beternak skala kecil.
Akibat masuk Desil 6-10, yang dalam sistem baru Kemensos dikategorikan sebagai keluarga mampu, mereka terancam tidak lagi menerima berbagai bantuan sosial pemerintah seperti PKH, BPNT, hingga KIS PBI Jaminan Kesehatan.
“Penghasilan saya kalau lagi panen saja tidak menentu, kadang hanya cukup untuk makan. Tapi di data saya masuk desil 6-10 dianggap orang mampu,” keluh Joni petani desa karangnangka Senin (14/9/2026).
Joni mengaku bahwa ia tergabung di salah satu kelompok tani, bersama petani lainnya “di kelompok tani kami ada enam petani yang masuk kategori desil tinggi mulai dari desil 5 sampai desil 10 termasuk saya” terangnya
Ia berharap bersama petani lainnya yang masuk desil tinggi agar ditinjau kembali oleh pemerintah terkait
Fenomena ini tidak hanya dialami satu dua warga. Di beberapa desa di Rubaru, petani yang memiliki aset seperti sepeda motor untuk ke sawah, memiliki 1-2 ekor sapi, atau rumah berdinding bata, secara sistem terbaca sebagai keluarga mampu.
Tabrani camat rubaru menghimbau warganya agar tidak mudah mengajukan pinjaman ke perbankan atau apapun itu,hawatir nya dapat mempengaruhi tingkat desilnya
“Yang jelas pemerintah kecamatan selalu siap membantu apapun itu, untuk selalu mencarikan solusi pada masyarakat yang alami kesulitan” terangnya
Masih kata Tabrani mengatakan kalau memang masyarakat ada yang merasa kondisinya tidak sesuai dengan disel agar lakukan komplain tentunya pemerintah kecamatan akan ikut membantu
Berdasarkan penulusuran tim media ini banyak sejumlah petani yang masuk disel tinggi












