– Burung Misterius yang Belum Dikenal Jenisnya Muncul di Tengah Pemukiman

Trending
Sumenep – Geger dan heboh melanda warga Dusun Taroh, Desa Ambunten Barat. Pada Hari ini, Jumat 24 April 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, seekor burung berukuran besar dengan penampilan yang sangat unik dan asing ditemukan terdampar di tanah dekat pemukiman warga.
Kejadian langka ini langsung menarik perhatian seluruh warga. Awalnya, seorang warga bernama Nur Asizah yang pertama kali melihat burung tersebut sedang diam di tanah. Karena merasa aneh dan belum pernah melihat jenis burung seperti itu, ia segera berlari memanggil pamannya, tokoh masyarakat setempat yaitu Mohamad Ali Hasan.
“Pas saya lihat ada burung gede banget diam di tanah, saya kaget dan langsung panggil Pak Ali Hasan. Bentuknya aneh, paruhnya panjang, kakinya juga unik. Kami semua bingung ini burung apa,” cerita Nur Asizah saat kejadian.
Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, Mohamad Ali Hasan pun langsung melakukan pengecekan dan evaluasi. Benar saja, burung tersebut memiliki ciri fisik yang sangat khas namun asing bagi mata warga setempat. Bulu berwarna cokelat gelap, paruh panjang dan kuat, serta kaki yang unik.
“Kami semua heran. Burung sebesar ini bagaimana bisa sampai ke pemukiman warga? Biasanya kan burung jenis ini hidupnya jauh di laut atau hutan belantara. Sampai saat ini kami belum tahu pasti nama ilmiahnya apa,” ujar Ali Hasan.
Saat ini, burung misterius tersebut sudah diamankan dan sementara waktu dipajang di depan rumah Mohamad Ali Hasan untuk diamati lebih lanjut. Kehadirannya langsung menjadi magnet bagi warga sekitar yang berbondong-bondong datang hanya untuk melihat dan mengabadikan momen langka ini.
“Kami harap ada pihak ahli atau dinas terkait yang bisa datang ke sini untuk mengidentifikasi burung ini. Apakah ini jenis yang dilindungi? Dari mana asalnya? Dan apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” harap Ali Hasan.
Warga pun berharap burung ini bisa mendapatkan perawatan yang tepat dan dikembalikan ke habitat aslinya jika memang itu yang terbaik.
(Reportase: Redaksi)