DPRD Sumenep Ingatkan Pengelola MBG, Agar Tetap Menjaga Kualitas Gizi

Trending
SUMENEP – pemerintah kabupaten Sumenep serius mengatasi masalah sampah yang kian hari menggunung,namun hal tersebut kini disulap jadi bahak bakar alternatif yang bekerjasama dengan PT Solusi Bangunan Indonesia (SBI) yang dikirim sebanyak 24,1 ton Refuse Drived Fuel (RDF)
Tentunya hal tersebut merupakan terobosan baru sekaligus menjawab solusi sampah yang disulap menjadi sumber energi yang ekonomis
“Pemerintah Sumenep saat ini fokus mengatasi sampah, Alhamdulillah sekarang masalah itu bisa kita jawab yaitu Kerja sama pengiriman RDF menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan” terangnya
Menurutnya,tidak ada hal yang mustahil kalau kita mau berusaha,yang jelas langkah ini tidak hanya memperkuat upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah sebagai energi alternatif.
“Persoalan sampah bukan hanya di daratan tapi juga di kepulauan,untuk itu agar DLH memperhatikan sampah yanga ada dipulauan karena masih minim fasilitas, tumpukan sampah di kepulauan Masi menumpuk butuh solusi nyata” terangnya
Edi Sarwono yang merupakan direktur PT Solusi Bangunan Indonesia (SBI) kerjasama dengan pemerintah kabupaten Sumenep merupakan langkah yang tepat menuju pembangunan yang hijau dan ramah lingkungan “meskipun dulu sampah identik pada sesuatu yang motor dan menjijikan,tapi sekarang sampah memilik nilai ekonomis.RDF ini membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber energi alternatif yang nyata,” terangnya
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh baik antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan limbah, menekan emisi karbon, sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan di sektor industri.
“Dalam proses produksi semen, RDF sangat bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif. Ini membantu kami mengurangi emisi karbon sekaligus mengurangi timbunan sampah di TPA,” jelasnya