Dana APBD Sumenep Untuk BSPS 2026 Disiapkan, Bupati Fauzi Pastikan Tepat Sasaran

Trending
SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi melantik dan mengukuhkan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) masa bakti 2026–2029, dalam acara sederhana namun khidmat yang dipimpin langsung oleh Bupati. Pelantikan ini dilakukan guna memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sekaligus memperkuat upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan kekayaan sejarah dan budaya daerah.
Tim yang dilantik terdiri dari para ahli, budayawan, sejarawan, arsitek, dan tenaga ahli terkait yang dipilih berdasarkan kompetensi dan integritas, tim ini menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait warisan budaya.
Dalam sambutan pelantikannya, Bupati menegaskan bahwa pembentukan tim ini bukan sekadar formalitas, melainkan lembaga strategis yang menentukan arah kebijakan pelestarian budaya. Beliau menyampaikan pesan utama
Dalam Sambutannya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.,menyampaikan bahwa TACB adalah mengidentifikasi, meneliti, mengkaji, dan memberikan rekomendasi ilmiah apakah suatu benda, bangunan, situs, atau kawasan layak ditetapkan sebagai cagar budaya. Kajian harus objektif, berbasis data, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Pembangunan dan Sejarah Berjalan Beriringan, Pembangunan daerah tidak boleh menghapus atau merusak warisan sejarah. Modernisasi dan kemajuan harus tetap menjaga akar budaya dan identitas daerah. Larang keras alih fungsi atau perusakan situs bersejarah”tegasnya
Lanjut Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa Cagar budaya bukan hanya benda tua, tapi identitas, jati diri, dan kekayaan yang harus diwariskan ke generasi mendatang. Tim wajib mengedukasi masyarakat agar ikut menjaga dan bangga terhadap warisan daerahnya.
“Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya. Rekomendasi TACB menjadi acuan utama pemerintah, jadi pastikan setiap keputusan tepat dan bermanfaat”harapnya
Masih kata bupati sumenep bahwa Warisan budaya bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya, sumber pengetahuan, dan pendorong ekonomi masyarakat, asalkan tetap menjaga kelestarian dan aturan perlindungan.
Bupati juga memastikan pemerintah akan mendukung penuh kebutuhan operasional tim, termasuk anggaran pemeliharaan dan penelitian, agar tugas dapat berjalan maksimal.
Di akhir acara, Bupati berharap tim dapat bekerja dengan dedikasi tinggi, menjaga integritas, dan menjadi garda terdepan menjaga nama baik serta kekayaan sejarah daerah. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan foto bersama.