Camat Sapeken Sebut Tak Ada Laporan Kekeringan dari Desa, Warga Sebelumnya Ngaku Krisis Air

Trending

SAPEKEN, TERASINDO.CO.ID – Kekeringan parah melanda wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Puluhan sumur warga dilaporkan kering total, memaksa warga bertahan dengan air seadanya yang ditampung di jerigen dan galon bekas.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep yang dinilai lamban dan hanya sebatas wacana.
Seperti terlihat dalam foto, seorang warga harus menyaring dan menampung air keruh ke dalam galon le minerale untuk kebutuhan minum sehari-hari. Pemandangan ini menjadi potret harian warga Sapeken dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu warga asal pulau saebus Herli, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Menurutnya, BPBD Sumenep terkesan tutup mata terhadap penderitaan warga kepulauan.
“Sudah berbulan-bulan sumur kami kering. Air untuk wudhu saja susah, apalagi untuk minum dan masak. Kami di kepulauan ini seperti dianaktirikan. BPBD katanya sudah siapkan tandon air di pulau, tapi mana? Sampai sekarang tidak ada ,” ujar Herli kepada Terasindo, Sabtu (10/5).
Herli menilai, pemetaan daerah rawan kekeringan yang selama ini dilakukan BPBD tidak dibarengi dengan aksi nyata. Berdasarkan data BPBD Sumenep sebelumnya, ada puluhan desa di kepulauan yang terancam kekeringan, termasuk di Kecamatan Sapeken, pulau saebus
Ironisnya, BPBD beralasan jarak kepulauan yang jauh menjadi kendala penyaluran bantuan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kepala BPBD Sumenep bahkan pernah menyatakan tidak bisa berbuat banyak karena jarak yang jauh dan harus mengajukan bantuan perahu tandon ke Provinsi Jatim.
“Alasan klasik. Jarak jauh terus jadi alasan. Kalau memang tidak mampu, jangan hanya antisipasi di atas kertas. Kami butuh air, bukan janji. Sementara di daratan sudah ada suplai tangki air bersih dari BPBD, kami di Sapeken dibiarkan mengais air keruh,” tegas Herli.
Padahal, pada Juli 2026 lalu BPBD Sumenep mengklaim telah menyiapkan tandon air di Kepulauan Sapeken untuk antisipasi puncak kemarau. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik.
Warga Sapeken mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk turun langsung mengevaluasi kinerja BPBD
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Pelaksana BPBD Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait kekeringan di Kepulauan Sapeken.






