Kepala Disbudporapar Sumenep: Pembelajaran Keris di Sekolah Jadi Langkah Pelestarian Budaya  

Regional :

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi

SUMENEP – Upaya pelestarian budaya lokal terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan memasukkan praktik pembuatan keris ke dalam pembelajaran di sekolah sebagai bagian dari pendidikan budaya bagi generasi muda.

Menurut Faruk, pembelajaran mengenai proses pembuatan keris sejak usia sekolah merupakan langkah strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah. Keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, seni, dan kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi penerus.

“Ini ide brilian dan luar biasa. Saya sangat mendukung. Kalau adik-adik siswa dibiasakan belajar bagaimana menjadi empu atau membuat keris, itu menjadi terobosan besar,” ujar Faruk.

Ia menjelaskan, pembelajaran tersebut tidak harus berorientasi pada kemampuan menjadi pengrajin secara profesional, melainkan sebagai media mengenalkan proses kreatif, nilai budaya, dan makna filosofis yang terkandung dalam setiap bilah keris.

Faruk mencontohkan keberhasilan berbagai program pelestarian budaya di Sumenep, seperti pengenalan kesenian keleningan kepada pelajar. Menurutnya, pendekatan pendidikan budaya yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi daerah.

Ia berharap praktik pembuatan keris dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, maupun kolaborasi dengan para empu keris di sentra-sentra kerajinan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai proses penciptaan salah satu warisan budaya yang telah menjadi identitas Kabupaten Sumenep.

Gagasan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat eksistensi daerah sebagai Kota Keris. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penyelenggaraan rapat koordinasi pengembangan keris, penguatan ekosistem budaya, hingga mendorong perlindungan dan pengembangan kerajinan keris sebagai warisan budaya daerah.

Faruk menegaskan, pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar keris tidak hanya dikenal oleh generasi tua, tetapi juga dipahami dan dicintai oleh anak-anak sebagai bagian dari identitas budaya Sumenep yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman

Yuk Share

Berita Lainnya