Dari Sumenep untuk Dunia, Diskominfo Gaungkan Musik Tong-Tong Lewat Nongtong Bareng

Trending

SUMENEP – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep meluncurkan kampanye digital “Nongtong Bareng” sebagai gerakan bersama untuk mengangkat musik tradisional Tong-Tong Sumenep ke panggung dunia.
Kampanye ini digagas untuk memperkuat gaung musik Tong-Tong yang kini mulai menembus event internasional. Setelah sukses memukau penonton di Malioboro, musik Tong-Tong Sumenep disiapkan tampil di ajang paling bergengsi dunia.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyiapkan Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026. Kehadiran musik Tong-Tong dalam event balap motor paling bergengsi dunia itu menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Diskominfo Sumenep mengambil peran di ranah digital. Lewat tagar #NongtongBareng, #TongTongMendunia, dan #SumenepPunyaCerita, Diskominfo mengajak warga, komunitas kreatif, hingga diaspora Madura untuk ikut membagikan video, sound, dan cerita tentang Tong-Tong.
Kepala Diskominfo Sumenep mengatakan, Nongtong Bareng bukan sekadar kampanye viral, tapi gerakan partisipasi.
“Kalau Disbudporapar bawa Tong-Tong ke Mandalika secara fisik, tugas Diskominfo membawa gemanya ke dunia digital. Semua warga bisa jadi duta, cukup Nongtong Bareng di TikTok, Instagram, dan YouTube,” ujarnya.
Kampanye ini akan dikemas dengan challenge musik, filter AR Tong-Tong, hingga live podcast bersama pelaku seni. Diskominfo juga menggandeng influencer lokal untuk edukasi bahwa Tong-Tong bukan sekadar musik patrol sahur, tapi identitas Sumenep sebagai Kota Keris yang memiliki daya jual wisata dan ekonomi kreatif.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut keterlibatan musik tongtong dalam ajang olahraga otomotif internasional sebagai kesempatan bagi seniman daerah untuk tampil di panggung global.
Dengan kolaborasi offline di Mandalika dan online lewat Nongtong Bareng, Pemkab Sumenep berharap musik Tong-Tong tidak hanya bergema di kampung, tapi benar-benar mendunia