Dari Sumenep untuk Dunia, Diskominfo Gaungkan Musik Tong-Tong Lewat Nongtong Bareng

Trending

SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memastikan program hilirisasi garam untuk produk SPA (Spa & Wellness) masuk dalam daftar program prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Langkah ini diambil untuk memacu ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini masih bergantung pada penjualan garam krosok (curah) dengan nilai jual rendah.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci untuk mewujudkan swasembada garam nasional 2027 yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Sumenep sebagai sentra garam nasional terbesar tidak boleh hanya jadi pemasok bahan mentah. Melalui RKPD 2027, kita dorong hilirisasi garam SPA, garam farmasi, dan garam aneka pangan agar nilai tambah dinikmati langsung oleh petambak,” ujarnya.
Menurutnya, garam SPA memiliki nilai ekonomi 5-10 kali lipat dibanding garam krosok. Produk turunan seperti bath salt, scrub, dan garam aromaterapi sangat diminati pasar wellness dan pariwisata, sejalan dengan potensi wisata Sumenep.
Ada tiga fokus utama dalam prioritas ini:
1. Penguatan Kawasan Sentra Industri Garam (KSIG): Membangun rumah produksi dan kemitraan dengan BUMDes dan koperasi petambak di Kecamatan Kalianget, Saronggi, dan Dungkek.
2. Standardisasi dan Sertifikasi: Pendampingan untuk sertifikasi SNI, BPOM, dan halal untuk produk garam olahan SPA agar bisa masuk retail modern dan ekspor.
3. Konektivitas Pasar: Integrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program hexahelix – kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Program ini sejalan dengan Rencana Induk Pergaraman Nasional dan ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan petambak garam hingga 40 persen serta menyerap tenaga kerja baru di wilayah pesisir utara dan timur Sumenep.
“RKPD 2027 kita arahkan berorientasi kesejahteraan. Ekonomi pesisir harus naik kelas, dari jual garam mentah menjadi jual produk jadi,” pungkas Arif.