Hari Jadi ke-757 Sumenep, Pemkab Beri Keringanan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Trending

SUMENEP — Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak lebih cepat dalam menjalankan program dan kegiatan pemerintahan, termasuk meningkatkan serapan anggaran, memperkuat disiplin aparatur sipil negara (ASN), serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik.
Menurutnya, percepatan pelaksanaan program pemerintah daerah perlu dilakukan secara terukur agar setiap kegiatan yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap OPD harus bergerak cepat dan memastikan program yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai terjadi keterlambatan yang berdampak pada rendahnya serapan anggaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa serapan anggaran tidak sekadar mengejar angka realisasi, tetapi harus berbanding lurus dengan kualitas pelaksanaan program. Karena itu, OPD diminta melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan secara efektif, tepat waktu, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan anggaran, Kepala BRIDA Sumenep juga menyoroti pentingnya kedisiplinan ASN. Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan mampu menunjukkan profesionalisme, mulai dari kedisiplinan kehadiran, pelaksanaan tugas, hingga tanggung jawab terhadap target pekerjaan masing-masing.
“Disiplin ASN harus menjadi perhatian bersama. Kinerja pemerintahan sangat ditentukan oleh bagaimana aparatur menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.
Di sisi lain, BRIDA juga terus mendorong OPD agar tidak berhenti pada rutinitas birokrasi. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengembangkan gagasan dan inovasi yang dapat menjawab persoalan di lapangan.
Inovasi tersebut dapat berupa penyederhanaan pelayanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan sistem kerja, maupun terobosan lain yang memberikan dampak langsung terhadap efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Kepala BRIDA menegaskan bahwa inovasi harus lahir dari kebutuhan dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat maupun pemerintah daerah. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan dan peningkatan kualitas layanan.
“Yang paling penting adalah bagaimana inovasi itu memberikan manfaat. Kita ingin setiap OPD memiliki semangat untuk mencari solusi baru terhadap berbagai persoalan yang ada,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antar-OPD semakin diperkuat sehingga percepatan program, peningkatan serapan anggaran, disiplin ASN, dan pengembangan inovasi dapat berjalan beriringan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus memastikan program pembangunan daerah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.












