KRITIK KERAS ATAS KELANGKAAN BBM DAN ANTREAN MEMANJANG YANG SANGAT MENYUSAHKAN MASYARAKAT

Trending

OLEH: MOH ALI HASAN
MEWAKILI SUARA RAKYAT KECIL
SUMENEP – Kami menyatakan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam atas kondisi yang terjadi saat ini, di mana hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terjadi antrean kendaraan yang memanjang luar biasa, bahkan bisa berjam-jam, hanya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi.
Berdasarkan informasi yang beredar, terjadi pembatasan pasokan atau pengurangan kuota harian ke SPBU. Jika hal ini benar, kebijakan tersebut dinilai sangat tidak berperasaan dan menyengsarakan rakyat.
Berikut adalah poin-poin kritik dan saran kami:
1. Jangan Jadikan Rakyat Korban
Masyarakat dipaksa membuang waktu, tenaga, dan uang hanya untuk mengantre di bawah terik matahari. Banyak pekerja informal, ojol, tukang ojek, dan pengusaha kecil yang kehilangan penghasilan karena waktunya habis terbuang di pom bensin. Padahal BBM adalah kebutuhan utama untuk mencari nafkah.
2. Solusi Bukan dengan Mematikan Pasokan
Jika alasannya adalah untuk penertiban, pencegahan penyelundupan, atau penghematan anggaran subsidi, maka caranya salah besar. Penyelesaiannya harus dengan memperketat pengawasan terhadap oknum nakal, bukan dengan cara “mematikan keran” atau membatasi stok sampai rakyat “kelaparan” bensin.
3. Tugas BUMN adalah Melayani
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina memiliki kewajiban utama untuk melayani dan menjamin ketersediaan energi bagi hajat hidup orang banyak, bukan justru menyulitkan dan membuat resah publik.
4. Dampak Sangat Merugikan
Kondisi ini tidak hanya membuang-buang waktu dan bahan bakar, tetapi juga meningkatkan biaya operasional, memicu keributan, hingga membuka celah praktik penjualan gelap dengan harga selangit yang merugikan masyarakat kecil.
TUNTUTAN KAMI:
Kami meminta kepada Pimpinan PT Pertamina (Persero) dan Pemerintah untuk segera:
1. Memperbaiki sistem distribusi dan memastikan stok di SPBU selalu tersedia cukup.
2. Menambah frekuensi pengiriman truk tangki agar tidak terjadi kehabisan stok di tengah jalan.
3. Memberikan solusi yang manusiawi, jangan membebani rakyat yang sudah susah payah mencari uang.
BBM adalah kebutuhan dasar. Jangan jadikan ini komoditas yang langka dan membuat rakyat resah.
Kami tunggu tindakan cepat dan nyata dari pihak terkait