DPRD Sumenep Ingatkan Pengelola MBG, Agar Tetap Menjaga Kualitas Gizi

Trending
SUMENEP| terasindo.co.id – isu kemiskinan di kabupaten Sumenep, memang selalu jadi sorotan publik, mengingat posisi kabupaten Sumenep masih menempati juru kunci ketiga dibawah, sebagai daerah termiskin Sejawa Timur.
Berdasarkan hasil pencacahan petugas BPS kabupaten Sumenep yang menempati urutan pertama kemiskinan yaitu petani
Hal tersebut ditanggapi oleh Inyoman Sudirman sebagai pemuda tani asal kepulauan Sapeken, Pulau saebus, ia membenarkan hasil survei BPS dan metodologinya sudah benar dan tidak bisa di bantah “kan saat di cacah petugas BPS menanyakan dalam seminggu makan apa, lauknya apa, lantainya pakai kramik apa tidak, dalam sebulan berapa kali beli baju, tidurnya di kasur apa dilantai itu gambaran pertanyaan pencacah dan petani akan menjawab sesuai kebiasaan dia” terangnya
Lanjut Nyoman mengatakan, bahwa petani makan pakai tahu tempe kadang ikan kering hanya di kocek pakai garam sebagai lauk, sengaja tidak beli sepeda motor bagus, tidak beli mobil, rumah yang penting tidak kepanasan, terbiasa tidur dilantai, itu mereka lakukan bukan karena tidak punya uang tapi karena sudah kebiasaan para petani memilih hidup sederhana
“Jadi kalau harta dan uang tabungan petani mau diadu dengan yang sering makan dan ngopi di kafe saya yakin lebih kaya petani, di batang-batang misalkan ada kebiasaan warga tidur dipasir jangan bilang mereka tidak punya uang beli kasur, tapi mereka sudah terbiasa tidur dipasir dan mereka punya banyak uang” jelasnya
Menurutnya, petani itu terkesan miskin hanya karena persoalan mindset saja yang lebih memilih hidup sederhana, lebih memilih berangkat umroh sekeluarga dari pada beli mobil, “tapi mindset itu sekarang sudah mulai bergeser, kalau kita lihat ke desa-desa sudah banyak rumah mewah, sudah banyak petani punya mobil, sudah punya sepeda motor yang bagus, itu artinya ada trend baik keberhasilan pemerintah mensejahterakan petani” tegasnya