Menjaga Marwah Organisasi, Mendesak HMI Cabang Sampang Segera Laksanakan Konfercab

Regional :

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kaderisasi dan perjuangan memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, komitmen terhadap konstitusi, dan konsistensi terhadap prinsip demokrasi internal. Salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi ini adalah pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), yang merupakan forum tertinggi di tingkat cabang untuk mengevaluasi program kerja, pertanggungjawaban pengurus dan memilih kepengurusan baru untuk keberlanjutan roda organisasi.

Dalam Konstitusi HMI, masa jabatan pengurus cabang secara tegas diatur selama satu tahun terhitung sejak diterbitkannya SK dari Pengurus Besar (ART HMI Pasal 29 Ayat 3). Ketentuan ini bukan sekadar administratif belaka, melainkan refleksi dari prinsip dinamika organisasi yang sehat, regeneratif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Namun, realitas yang terjadi di HMI Cabang Sampang memperlihatkan kondisi yang sangat memprihatinkan dan mencederai prinsip-prinsip dasar tersebut.

Pengurus HMI Cabang Sampang telah dilantik pada bulan Juni 2023, yang berarti masa baktinya seharusnya telah berakhir pada Juni 2024. Namun hingga awal April 2025, hampir sepuluh bulan setelah masa jabatannya habis, Konfercab sebagai forum pergantian kepemimpinan belum juga dilaksanakan. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kepatuhan terhadap konstitusi organisasi dan semangat demokratis yang selama ini dijunjung tinggi oleh HMI.

Terlambatnya pelaksanaan Konfercab bukan hanya soal teknis administratif, melainkan merupakan pelanggaran serius terhadap konstitusi dan bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pendiri HMI. Situasi ini mengancam legitimasi pengurus yang sedang menjabat, dan berpotensi menciptakan preseden buruk di masa mendatang jika terus dibiarkan.

Kepengurusan yang melampaui batas konstitusional cenderung kehilangan arah perjuangan dan rentan terhadap stagnasi. Dinamika kaderisasi yang seharusnya terus berputar menjadi tersumbat, semangat juang kader muda yang ingin berkontribusi melalui kepengurusan baru terhambat, dan budaya regenerasi pun tergerus. Lebih dari itu, publik internal maupun eksternal akan mempertanyakan keseriusan HMI Cabang Sampang dalam menjalankan nilai-nilai demokrasi yang selalu digaungkan.

Sebagai organisasi yang mengklaim diri sebagai kawah candradimuka kepemimpinan nasional, HMI tidak boleh terjebak dalam kenyamanan kekuasaan sesaat. Justru sebaliknya, kader HMI harus siap digantikan kapan pun sesuai dengan mekanisme organisasi yang sah. Kepemimpinan bukan untuk dilanggengkan, melainkan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dalam waktu yang terbatas, lalu diserahkan kepada generasi berikutnya.

Perlu diingat bahwa setiap pelanggaran terhadap konstitusi HMI adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu. Ketidakpatuhan terhadap batas waktu jabatan mencerminkan lemahnya komitmen terhadap disiplin organisasi dan berpotensi menimbulkan konflik internal di kemudian hari.

Untuk itu, kami mendesak kepada pengurus HMI Cabang Sampang agar segera melaksanakan Konfercab dalam waktu sesegera mungkin. Jangan menunggu desakan lebih besar dari internal ataupun intervensi struktural dari Pengurus Besar. Biarkan proses kaderisasi berjalan sebagaimana mestinya. Serahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya yang siap melanjutkan perjuangan. Jangan biarkan roda organisasi ini berkarat hanya karena ambisi pribadi segelintir orang.

Sudah saatnya kita kembali pada rel perjuangan. Kita harus jujur kepada diri sendiri, apakah kita masih menjadi bagian dari solusi bagi umat dan bangsa, atau justru menjadi bagian dari masalah di tubuh organisasi ini?

HMI bukan milik pribadi, HMI adalah milik perjuangan. Dan perjuangan tidak boleh dikhianati.

Yuk Share

Berita Lainnya