Gubernur Khofifah Datang ke Sumenep Tuai Kritik Tajam Soal Jalan Provinsi Banyak yang Rusak

Trending

SUMENEP – Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Kabupaten Sumenep menuai kritik tajam dari masyarakat dan pemerhati kebijakan publik. Kritik tersebut menyoroti kondisi jalan provinsi yang ada di Kabupaten Sumenep yang dinilai banyak rusak dan membahayakan pengguna jalan.
Salah satu kritik keras datang dari Senior PMII Sumenep, Imam Syafi’i. Ia menyayangkan kunjungan Gubernur Khofifah yang terkesan seremonial, namun luput dari persoalan mendasar yang dirasakan warga selama bertahun-tahun, yakni buruknya infrastruktur jalan provinsi.
“Gubernur datang ke Sumenep disambut karpet merah, padahal jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim banyak yang hancur. Dari Jalur Pantura Kalianget – Saronggi, Saronggi – Sumenep Kota, sampai ruas Gapura – Dungkek – Batang-batang, kondisinya berlubang, bergelombang, dan minim penerangan,” kata Imam Syafi’i, Selasa (14/10/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan provinsi ini bukan persoalan baru. Setiap tahun masyarakat mengeluh, terutama para sopir, petani, dan nelayan yang harus mengangkut hasil bumi dan melintas di jalur tersebut. Namun hingga kini, perbaikan hanya bersifat tambal sulam dan tidak bertahan lama.
“Jangan bicara soal konektivitas ekonomi Madura kalau jalan provinsi saja dibiarkan rusak. Bagaimana ekonomi mau tumbuh kalau akses utama distribusi logistik rusak parah? Petani garam, petani tembakau, nelayan, semua terdampak,” tegas Imam.
Imam menambahkan, ironisnya saat Raperda APBD Sumenep 2027 dibahas dengan defisit Rp96 miliar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga dinilai tidak serius mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan provinsi di Sumenep yang merupakan wilayah terjauh dari pusat pemerintahan provinsi.
“Ini momentum yang pas untuk Gubernur Khofifah melihat langsung, bukan lewat laporan ABS (Asal Bapak Senang) dari bawahan. Turun dan lihat sendiri, rasakan sendiri bagaimana warga Sumenep setiap hari berjibaku dengan jalan rusak. Jangan hanya datang untuk peresmian dan seremoni, tapi jalan di depan lokasi acara saja masih banyak lubang,” sindirnya.
Ia mendesak Gubernur Khofifah untuk segera memerintahkan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jalan provinsi di Sumenep dan memprioritaskan perbaikan total pada tahun anggaran 2027.
“Kami minta Gubernur tidak tutup mata. Kalau APBD Jatim besar, tunjukkan keberpihakannya untuk Sumenep. Jangan sampai Sumenep hanya jadi lumbung suara saat Pilgub, tapi pembangunannya dianaktirikan,” pungkas Imam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemprov Jatim belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal perbaikan jalan provinsi di wilayah Sumenep.