Digitalisasi Keuangan Makin Pesat, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Sumenep Lebih Bijak

 SUMENEP — Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara mengakses dan mengelola keuangan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk semakin cerdas, bijak, dan waspada dalam mengambil keputusan finansial.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar mengajak masyarakat Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan layanan perbankan dan transaksi digital. Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal dan aman.

Di era digital, berbagai kebutuhan finansial kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, mulai dari pembayaran, transfer dana, menabung hingga mengakses berbagai produk pembiayaan. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan sejumlah risiko, seperti penipuan digital, penyalahgunaan data pribadi, hingga keputusan keuangan yang kurang tepat.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya memahami cara menggunakan layanan keuangan digital, tetapi juga mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan mengatur pemasukan, pengeluaran, menyiapkan dana darurat, serta merencanakan keuangan secara matang menjadi bagian penting dalam membangun kondisi finansial yang sehat.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Sumenep Hairil Fajar juga terus mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat Sumenep. Kehadiran layanan keuangan yang mudah dijangkau diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus membangun kebiasaan menabung.

Dirinya terus  menekankan bahwa masyarakat perlu menjadi pengguna layanan keuangan yang aktif sekaligus kritis. Setiap produk atau layanan keuangan sebaiknya dipahami terlebih dahulu, termasuk manfaat, biaya, risiko, serta ketentuan yang berlaku.

“Di era digital, masyarakat harus semakin cerdas dalam mengelola keuangan. Jangan hanya tergiur kemudahan, tetapi pahami juga manfaat dan risikonya,” pesannya.

Ia berharap peningkatan literasi keuangan dapat mendorong masyarakat Sumenep semakin mandiri dalam mengelola keuangan rumah tangga maupun mengembangkan kegiatan usaha. Dengan pengelolaan yang tepat dan pemanfaatan layanan digital secara bijak, transformasi digital di sektor keuangan diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, kecerdasan finansial bukan hanya soal seberapa besar pendapatan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana seseorang merencanakan, menggunakan, menyimpan, dan mengembangkan uang secara bertanggung jawab. Bagi masyarakat Sumenep, momentum digitalisasi dapat menjadi peluang untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat dan produktif.

 

Yuk Share

Berita Lainnya