Sekda Kabupaten Sumenep, Gelar Sosialisasi Program BSPS Tahun 2026

Trending
SUMENEP – Memasuki musim tanam tembakau tahun 2026, kondisi cuaca di Kabupaten Sumenep dinilai cukup baik dan sangat mendukung aktivitas pertanian. Situasi tersebut menjadi angin segar bagi para petani tembakau yang tengah bersiap meningkatkan luas areal tanam pada musim ini.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep optimistis luas tanam tembakau tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Optimisme tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang relatif stabil serta ketersediaan lahan yang masih cukup luas di berbagai wilayah.
Berdasarkan data DKPP Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau pada tahun 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun pada musim tanam 2025, angka tersebut mengalami penurunan menjadi sekitar 14 ribu hektare.
pemerintah daerah melihat peluang besar untuk kembali meningkatkan luas areal tanam tembakau. Potensi tersebut terutama berada di kawasan pegunungan dan lahan tegalan yang selama ini menjadi sentra produksi tembakau rakyat.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme peningkatan luas tanam pada tahun ini.
“Mudah-mudahan tahun ini areal tanam bisa meningkat karena potensi lahan cukup banyak. Tapi jika melihat kondisi cuaca kami optimistis ada peningkatan,” ujar Chainur Rasyid.
Menurutnya, hasil koordinasi dengan para penyuluh pertanian di sejumlah kecamatan menunjukkan bahwa aktivitas budidaya tembakau telah berjalan. Sebagian masyarakat diketahui sudah melakukan penyemaian benih sejak beberapa waktu lalu.
Bahkan, di sejumlah wilayah sentra tembakau, para petani telah memasuki tahap penanaman di lahan masing-masing. Hal itu menjadi indikator positif bahwa antusiasme petani untuk kembali menanam tembakau cukup tinggi pada musim ini.
DKPP terus melakukan pemantauan dan pendampingan melalui para penyuluh pertanian guna memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan teknik yang dianjurkan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
Pria yang akrab disapa Inung itu berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal hingga masa panen tiba. Stabilitas cuaca dinilai sangat menentukan kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani.
Apabila kondisi cuaca tetap bersahabat, kualitas tembakau Sumenep diyakini akan lebih baik sehingga mampu memberikan nilai jual yang tinggi di pasaran. Kondisi tersebut tentu akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.
“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti. Sehingga ekonomi petani bisa bagus,” pungkasnya.
Dengan mulai bergeraknya aktivitas tanam di berbagai wilayah serta dukungan cuaca yang kondusif, sektor pertembakauan di Kabupaten Sumenep diharapkan kembali menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan pada tahun 2026.
Keberhasilan musim tanam tahun ini juga menjadi harapan besar bagi ribuan petani yang menggantungkan penghidupannya pada komoditas unggulan tersebut.