Masyarakat Pertanyakan Teknis Pelaksanaan Distribusi MBG di Kecamatan Rubaru

SUMENEP | Persoalan distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kecamatan Rubaru Sumenep kembali menuai sorotan. Pasalnya, akses jalan dari satu sekolah ke sekolah lainnya jaraknya cukup jauh,bahkan ada yang harus melewati perbukitan,sehingga diperlukan mekanisme distribusi yang tepat agar program ini berjalan maksimal.

Ali salah satu tokoh yang memperhatikan MBG, menegaskan perlunya strategi distribusi yang sesuai dengan kondisi geografis. “Di Kecamatan Rubaru ada 11 desa dengan kondisi geografis desa yang berbeda beda. Maka, strategi distribusi MBG harus benar-benar matang,” ungkapnya.

ali mempertanyakan apakah pemerintah sudah menyiapkan dapur di berbagai titik desa apa tidak. Menurutnya, jika hanya disiapkan di satu lokasi, efektivitas distribusi akan terganggu. “Kalau dapurnya di satu titik, sementara untuk ke desa lainnya dibutuhkan waktu yang lama dan akses jalan yang sedikit sulit, ditambah kondisi cuaca yang sering tidak menentu, tentu distribusinya akan terkendala,” jelasnya.

Masi Ali mengingatkan agar kondisi geografis tidak dijadikan alasan untuk memperkaya pengelola program. Ia menilai, dalih sulitnya akses sering kali dipakai untuk menutupi penyimpangan. “ alasan jarak jauh kerap digunakan. Akibatnya, program tidak sampai atau jika sampai sering dipotong dengan alasan tambahan biaya operasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus keracunan MBG di sejumlah daerah hendaknya menjadi pelajaran penting. Menurutnya, masyarakat berhak tahu mekanisme distribusi sejak awal, bukan hanya diberi penjelasan setelah muncul persoalan.

“Sampai sekarang pemerintah belum menjelaskan teknis distribusi MBG di. Wajar kalau publik bertanya sebelum ada kejadian,” tandasnya.

Lebih jauh,ali menilai program MBG adalah pertaruhan besar bagi masa depan gizi anak-anak di kecamatan Rubaru. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. “Pemerintah harus jelas dan tegas, sementara masyarakat jangan pasif. Harus berani mengawasi agar program ini benar-benar sampai pada sasaran,” pungkasnya

Yuk Share

Berita Lainnya