DPRD Sumenep Ingatkan Pengelola MBG, Agar Tetap Menjaga Kualitas Gizi

Trending
SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep menggelar Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK) 2025 dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Acara tersebut dibuka langsung oleh KH imam Hasyim sebagai wakil Bupati yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Sumenep,yang dihadiri oleh para santri dari berbagai pondok pesantren,
Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP., menegaskan, bahwa acara MQK bentuk kepedulian pemerintah pada tradisi keilmuan pondok pesantren yang diajarkan pada santri
“Kitab kuning yang menjadi khas keilmuan yang selalu dipelajari oleh santri yang membentuk karakter para santri. MQK ini menjadi cara menghidupkan kembali semangat para ulama dalam membangun peradaban berilmu dan berakhlak,” kata Kamiludin saat menyampaikan laporannya
Ia menambahkan, kegiatan MQK tahun ini dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2024, dengan pendanaan bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep.
“anggaran yang kita pakai adalah APBD, tentunya hal tersebut wujud dari kepedulian pemerintah Sumenep pada pesantren yang sudah berkontribusi besar pada negara.tentu agar santri memiliki ruang untuk berekspresi, berkompetisi, dan berkontribusi membangun bangsa,” jelasnya.
Menurutnga,MQK juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpondok pesantren dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“MQK ini bukan sekadar lomba. Ia ruang kolaborasi, tempat santri belajar menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan kemanusiaan. Dari pesantren lahir generasi berilmu yang menebar kedamaian,” sambungnya.
Lebih lanjut Kamiludin menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning dan meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab klasik dengan metode dan adab yang benar.
“Kegiatan MQK ini juga mengajarkan disiplin, fokus, dan kesungguhan. Semua itu modal utama bagi santri dalam membangun karakter dan pengetahuan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, yang secara resmi membuka MQK 2025, memberikan sambutan dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Wabup menekankan bahwa MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning sekaligus memperkuat tradisi keilmuan pesantren.
“Apa yang dilakukan Bagian Kesra patut diapresiasi. MQK ini bukan sekadar lomba, tapi momentum membangkitkan semangat belajar dan kecintaan terhadap kitab kuning,” ujarnya.
Selain itu, sosok orang nomor dua di Kabupaten Sumenep itu menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk generasi santri yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kitab kuning adalah warisan ulama yang menjadi fondasi keilmuan Islam. Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya.
Kegiatan MQK 2025 diharapkan menjadi awal berkelanjutan bagi pengembangan keilmuan pesantren, mencetak santri unggul yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, akhlak, dan adab mulia.